Mungkin tidak dapat didefinisikan secara tepat apa itu kecantikan, karena kecantikan itu tentatif-relatif-subjektif bagi tiap individu. Ia (cantik) adalah sebuah ada yang dipersepsi, persepsi yang datang tidak dengan sendirinya, melainkan lewat suatu proses bentukan pemahaman. Dengan demikian, kecantikan adalah sebuah aposteriori personal, yang kemudian dikontemplasikan menuju kedalaman, kedalaman atas hakikat kecantikan.
Kecantikan secara umum merupakan suatu perspektif subjektif dari setiap individu. Perspektif subjektif ini meliputi aspek kognitif dan afektif yang melalui suatu proses pengolahan personal. Yang hendak disoroti dari sini adalah situasi kontemplatif terhadap kecantikan yang sedang dialami si subjek. Lebih lanjut, diktum kecantikan dapat dirumuskan sebagai berikut: Kecantikan hanya dapat ditemukan oleh orang yang dalam dirinya sendiri punya pengalaman yang bisa mengenali wujud bermakna dalam satu benda atau karya seniLihat Sumbernya